Selasa, 08 Januari 2013

hadits tentang pendidik


MAKALAH
Hadits Tentang Pendidik

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah                : Hadits Tarbawi I
Dosen Pengampu        : Drs.H.Rifa’i, M.A
Kelas                           : H


Disusun Oleh :

1.    Yulia Rizqi Mar’ati             ( 2021 111 299 )
2.    Siti Amalia Imani                ( 2021 111 300 )



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama dalam pendidikan. Pendidik adalah pembimbing, pengarah yang biasa disebut dengan guru. Berkaitan dengan hal tersebut, maka peran guru sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru atau pendidik memiliki peranan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa serta membantu memecahkan kesulitan siswa terutama dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus mampu memberikan prinsip motivasi dan memudahkan untuk anak didiknya. Tetapi tidak hanya itu, seorang pendidik harus mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dan juga seorang pendidik harus mempunyai keahlian dalam bidangnya. Maka dalam makalah ini akan membahas tentang pendidik, yaitu pendidik harus mengutamakan prinsip memotivasi dan memudahkan, pendidik harus menetahui tingkat kemampuan peserta didik, serta pendidik harus mempunyai keahlian dalam bidangnya.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Hadits tentang pendidik harus mengutamakan prinsip memotivasi dan memudahkan
عَنْ اَبِي مُوسَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ اِذَا بَعَثَ اَحَدً مِنْ اَصْحَابِهِ فِى بَعْضِِ اَمْرِهِ قَالَ بَشِّرُ وَلاَ تُنَـفِّرُوا وَيَسِّرُواوَلاَ تُعَسِّرُوا
Artinya :
“Dari Abu Musa beliau berkata, “ Rasulullah SAW apabila mengutus salah satu orang sahabatnya untuk mengerjakan sebagian perintahnya selalu berpesan “ Sampaikan berita gembira oleh kalian dan janganlah kalian menimbulkan rasa antipati, berlaku mudahlah kalian dan janganlah kalian mempersulit “.
Nilai tarbawi:
1.      Hendaknya seorang pendidik mengajarkan kepada anak didiknya dengan sesuatu yang mudah dimengerti dan dicena oleh anak didik
2.      Jangan mengajarkan yang sulit-sulit
3.      Hendaknya seorang pendidik ketika mengajar tidak boleh laku, sesuaikan dengan kondisi anak perlu ada humor
4.      Berilah kasih sayang agar anak / peserta didik selalu dekat dengan guru
5.      Hendaknya ketika guru mengalami kesulitan seringlah berdiskusi

Motivasi sebagai suatu proses, mengantarkan murid kepada pengalaman-pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar. Sebagai proses, motivasi mempunyai fungsi antara lain:
1.      Memberi semangat dan mengaktifkan murid agar tetap beminat dan siaga.
2.      Memusatkan perhatian anak pada tugas-tugas tertentu yang berhubungandengan pencapaian tujuan belajar.
3.      Membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang.

B.     Hadits tentang pendidik harus mengetahui tingkat kemampuan peserta didik
1.      Hadits pertama
 Artinya:
“Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw bersabda: “saya diperintahkan untuk berbicara kepada manusia sesuai dengan kemampuan akalnya”.
Seorang guru harus memahami kondisi muridnya, sehingga dia tidak bersikap arogan atau memaksakan kehendak kepada muridnya. Guru juga harus mengetahui kemampuan intelektual murid. Itulah kesan yang diperoleh dari ungkapan khidr pada ayat 67-68,
           . اصَبْرً مَعِىَ تَسْتَطِيعَ لَن إِنَّكَ قَالَ
.اخُبْرًۦبِهِ تُحِطْ لَمْ مَا عَلَىٰ تَصْبِرُ وَكَيْفَ
Artinya:    
“Dia menjawab: “sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku (67). Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu? (68). (QS. Al.Kahfi : 67-68)
Ketika Nabi Musa mengajukan keinginannya untuk belajar dan mengikuti Nabi Khidr as, dia tahu persis bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup mengikutinya. Dia tahu bahwa Nabi Musa adalah seorang yang keras dan emosional serta orang yang paling tidak bisa bersabar. Dan hal itu dipahami oleh Nabi Khidr sebagai guru yang baik.     
Begitulah sikap seorang guru dalam mengajar, hendaklah mereka mengetahui sikap, karakter kepribadian, dan kemampuan peserta didiknya dengan baik. Agar para guru dapat memberikan materi dan metode yang benar dalam menjalankan proses belajar dan mengajar.

2.      Hadits kedua
عن أنس بن مالك؛ قال:- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((طلب العلم فريضة على كل مسلم.وواضع العلم عند غير أهله كمقلد الخنازير الجوهر واللؤلؤ والذهب)).
Artinya:
“Dari sahabat Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim-muslimah. Dan meletakkan ilmu tidak pada tempatnya seperti mengikat beberapa babi dengan intan, mutiara, dan emas”.

Hadits tersebut menjelaskan yang pertama: bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim ,tidak pandang usia, kecil, muda, tua, semua diwajibkan untuk mencari ilmu. Didalam ayat Al-qur’an pun Allah berjanji, untuk meninggikan derajat bagi mereka yang berilmu. Yang kedua: seekor babi yang dengan intan, mutiara, dan emas. Bahwasanya seekor babi yang najis diikat dengan intan yang mana harganya sangatlah mahal, hal tersebut sangatlah sia-sia. Seseorang yang memiliki ilmu tetapi justru melakukannya untuk kejahatan ataupun orang yang memiliki ilmu tetapi tidak mengamalkannya, itu sangatlah sia-sia.



C.    Hadits tentang pendidik harus mempunyai keahlian dalam bidangnya

عن أبي هريرة قال:بينما النبي صلى الله عليه وسلم في مجلس يحدث القوم، جاءه أعرابي فقال: متى الساعة؟. فمضى رسول الله صلى الله عليه وسلم يحدث، فقال بعض القوم: سمع ما قال فكره ما قال. وقال بعضهم: بل لم يسمع. حتى إذ قضى حديثه قال: (أين - أراه - السائل عن الساعة). قال: ها أنا يا رسول الله، قال: (فإذا ضعيت الأمانة فانتظر الساعة). قال: كيف إضاعتها؟ قال: (إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة).
Artinya :
“Abu hurairoh berkata, suatu hari Nabi Muhammad SAW bercengkramah dengan kaum dalam satu majlis, kemudian datanglah seorang badui dan ia bertanya: kapan kehancuran terjadi? Rasulullah meneruskan bicaranya pada kaum dan sebagian kaum telah mendengar apa yang dikatakan oleh orang badui sehingga mereka tidak senang terhadap Rasulullah atas perkataannya, akan tetapi menurut sebagian kaum lain bahwa Rasulullah tidak mendengarnya sampai Rasulullah menyelesaikan pembicaraannya. Rasulullah bertanya: “dimana orang yang ingin mengetahui tentang kehancuran?, orang badui itu menjawab: “saya ya rasul”, kemudian Rasulullah berkata: terjadinya kehancuran yakni ketika sebuah amanah disia-siakan”. Lalu orang badui itu kembali bertanya: “bagaimanakah amanah itu disia-siakan?”, Rasulullah menjawab: “ketika sebuah urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.

Nilai tarbawi
Nilai tarbawi dalam hadits tersebut adalah :
a)      Setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional
b)      Suatu pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya, maka akan timbul kehancuran
c)      Pendidik juga harus konsekuen dengan apa yang diajarkannya, yakni mampu melaksanakan atau mengerjakan.

BAB III
KESIMPULAN
Secara terminologi, sebagaimana teori barat yang dikutip Ahmad Tafsir pendidik dalam islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik pesrta afektif, kognitif, maupun psikomotorik.
            Pada hadits tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seorang pendidik, dalam melakukan pengajaran haruslah menggunakan metode yang menyenangkan, agar pesrta didik tidak merasa jenuh. Sehingga materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik. Selebihnya, seorang pendidik harus selalu memberi motivasi kepada muridnya agar selalu bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang berlangsung.
            Pada hadits poin dua, bahwasanya mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan hendaklah mereka yang memiliki ilmu, mampu menempatkan ilmu pada tempatnya. Sehingga tidaklah sia-sia.
Pada hadits poin ketiga, bahwasanya bagi seorang pendidik harus mempunyai keahlian dalam bidangnya, agar tidak menimbulkan kerusakan. Dan seorang pendidik harus selalu konsekuen dalam mengerjakan dan melaksanakan serta mampu mengamalkan dengan apa yang telah kita peroleh.

4 komentar:

silahkan tulis komentar kalian yaa..